Test Footer 2

Pages

Panti Jompo Budi Agung Butuh Uluran Tangan

Unit Pelayanan Teknis Penyantun Lanjut usia Budi Agung dibawah naungan Dinas Sosial Dinsos Provinsi NTT saat sangat membutuhkan uluran tangan dari donatur.

Infrastruktur Masih Menjadi Kendala Pembangunan Daerah

Untuk mengembangkan Segitiga Pertumbuhan antara Indonesia, Timor Leste, dan Australia, diperlukan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumlah Kasus Tahun 2013 Di NTT Turun -13,79%

Dengan keseriusan seluruh anggota Polda NTT, terlihat sinergitas pelaksanaan tugasnya, baik dengan Pemda NTT, TNI dan instansi vertikal lainnya, LSM, Ormas maupun elemen masyarakat.

Orang Tua Harus Aktif Dalam Memilih Jajanan Anak

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PKB Minta Gereja Moratorium Sumbangan Dari Politisi

DPW Partai Kebangkitan Bangsa NTT meminta kepada semua gereja agar perlu mengambil langkah advokasi yang nyata dengan mengumumkan penghentian sementara terhadap sumbangan pembangunan gedung gereja dari politisi.

Senin, 02 September 2013

Nilai Tukar Petani Turun 0,07 Persen

Kupang, KabarkotakupanG - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di NTT pada Agustus 2013, Nilai Tukar petani atau NTP NTT mengalami penurunan sebesar 0,07 % dibanding bulan juli 2013 yaitu dari 97,87 menjadi 97,80.

Kepala BPS NTT Anggoro Dwicahyono dalam jumpa pers siang tadi menjelaskan, Nilai Tukar Petani atau NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani.

NTP juga merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani pedesaan. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani, tambah Anggoro.

Anggoro menambahkan, penurunan NTP pada agustus 2013 ini disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pertanian lebih kecil dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian. (Ven)

Minggu, 01 September 2013

Warga Maulafa Minta Pemerintah Lakukan Perbaikan Jalan

Kupang, KabarkotakupanG.com - Warga RT 26 RW 10, kelurahan Maulafa, meminta Pemerintah Kota Kupang untuk memperbaiki jalan di lingkungan mereka yang telah mengalami kerusakan.

Marten Lalangsir, Ketua RT 26, RW 10, Kelurahan Maulafa mengatakan, rencana perbaikan jalan di lingkungannya telah ada sejak tahun 2006, dan disepakati serta mendapat persetujuan dari pemerintah Kota Kupang pada kegiatan Musrembang yang dilaksanakan di tingkat kelurahan.

Menurut Lalangsir, kesepakatan itu juga pernah dibuat antara bersama warga RT 26 RW 10 kelurahan Maulafa dan Walikota Kupang, Jonas Salean yang saat itu menjabat sebagai Sekda.

Lalangsir mengaku, Pemerintah memang telah melakukan perbaikan jalan rusak di kelurahan Maulafa, namun tidak pada jalan yang berlokasi di RT 26 RW 10, namun pada jalan yang ada pada RT 27 dan RT 28, yang sejak awal tidak memiliki program kerja untuk memperbaiki jalan rusak di kawasan mereka.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan agar Pemerintah dalam waktu dekat dapat segera melakukan perbaikan jalan rusak di lingkungannya, karena jalan tersebut merupakan jalan utama yang digunakan oleh warga sekitar dalam melakukan kesibukan mereka sehari-hari. (Ven)

Tim SAR Terus Cari Empat Nelayan Yang Hilang di Pukuafu

Kupang, KabarkotakupanG.com - Memasuki hari keenam pencarian terhadap empat orang nelayan asal Rote yang hilang di perairan selat Pukuafu kabupaten Rote pada Minggu 25 Agustus pekan lalu, tim SAR Kupang hingga saat masih terus melakukan pencarian.

Empat korban tersebut masing, Paulus Fia sebagai nahkoda,serta tiga anak buak kapal, yakni Morgan Sia, Iku Muti dan Ilot Bela.

Keempat korban tersebut dilaporkan hilang saat perahu yang ditumpangi mereka tenggelam di selat Puku’afu akibat dihantam gelombang yang disertai angin kencang.

Kepala Basarnas Kupang, Ketut Gede Ardana mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian, baik melalui laut dengan menggunakan kapal Basarnas RB 308, maupun melalui udara dengan menggunakan pesawat Cesna milik maskapai penerbangan Susi Air.

Dari pantauan reporter radio Suara Kasih, Andi Ilham Sulabessy yang meliput pencarian korban oleh tim SAR melalui udara dengan menggunakan pesawat, tim SAR yang berjumlah Delapan personil itu tidak juga menemukan tanda-tanda adanya bangkai perahu yang tenggelam disekitar perairan selat Pukuafu.

Pantauan melalui udara oleh tim SAR yang memakan waktu sekitar tiga jam itu diawali dari atas perairan Teluk Kupang hingga perairan Sabu Raijua. (Ndy)