Test Footer 2

Pages

Panti Jompo Budi Agung Butuh Uluran Tangan

Unit Pelayanan Teknis Penyantun Lanjut usia Budi Agung dibawah naungan Dinas Sosial Dinsos Provinsi NTT saat sangat membutuhkan uluran tangan dari donatur.

Infrastruktur Masih Menjadi Kendala Pembangunan Daerah

Untuk mengembangkan Segitiga Pertumbuhan antara Indonesia, Timor Leste, dan Australia, diperlukan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumlah Kasus Tahun 2013 Di NTT Turun -13,79%

Dengan keseriusan seluruh anggota Polda NTT, terlihat sinergitas pelaksanaan tugasnya, baik dengan Pemda NTT, TNI dan instansi vertikal lainnya, LSM, Ormas maupun elemen masyarakat.

Orang Tua Harus Aktif Dalam Memilih Jajanan Anak

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PKB Minta Gereja Moratorium Sumbangan Dari Politisi

DPW Partai Kebangkitan Bangsa NTT meminta kepada semua gereja agar perlu mengambil langkah advokasi yang nyata dengan mengumumkan penghentian sementara terhadap sumbangan pembangunan gedung gereja dari politisi.

Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

Dirjen Perenkraf dan Novanto Center Gelar Pameran Tenun Ikat NTT

Kupang, KabarkotakupanG.com - Novanto Center Kupang bekerja sama dengan Dirjen Ekonomi Kreatif Kementrian Parenkraf Republik Indonesia, hari ini Jumat 28 Februari, menggelar pameran, talk show,  fashion show tenun ikat NTT serta konser orkestra kolaborasi musik sasando.

Kegiatan yang digelar di restaurant grand mutiara dan hotel T-more Kupang ini, didukung oleh designer ternama Oskar Lawalata serta Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah Kota Kupang.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Deisti Astriani Novanto, dalam jumpa persnya mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengekspos tenun ikat NTT ditingkat nasional bahkan internasional. Dan hasil tenun ikat modifikasi Novanto Center beserta Oskar Lawalata hari ini akan dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Astriani Novanto mengaku, tenun ikat NTT akan dimodifikasi lebih menarik, lebih tipis dan lebih elegan sehingga hasil modifikasi ini, nantinya tidak hanya dipamerkan di Kupang tapi akan dipamerkan juga di Jakarta.

Sementara itu, Oskar Lawalata dalam kesempatan tersebut menambahkan, tenun ikat NTT hasil modifikasi ini akan dipamerkan sebanyak 35 lembar. Dan hasil modifikasi tersebut belum ada rencana untuk dipasarkan kepada khalayak ramai.

Oskar berharap, agar dengan pameran seperti ini, masyarakat NTT lebih termotifasi lagi untuk membuat terobosan baru dalam menenun sehingga hasilnya lebih bagus sehingga bisa menembus pasar internasional. (Ven)

Enam Tahun Berdiri, SDN Sanam Tak Pernah Gelar Upacara Bendera

Kupang, KabarkotakupanG.com Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sanam di Desa Uke Kecamatan Amabi OefetoTimur, benar-benar memprihatinkan. Khususnya, letak sekolah itu yang tepat berada di tebing. Tak heran, bila akhirnya sejak didirikan 6 tahun lalu hingga saat ini para guru dan siswa di sekolah itu tidak pernah menggelar upacara bendera seperti yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah lain setiap Senin.

Kepala Sekolah SD Negeri Sanam, Markus Loasana, kepada wartawan baru-baru ini di Oelamasi mengatakan, pihaknya terpaksa tidak menggelar upacara bendera sejak awal sekolah tersebut berdiri. Letak sekolah yang berada di tepi jurang membuat pihak sekolah tidak berani memaksakan peserta didik untuk mengikuti upacara bendera.

“Sekolah kita ada di tebing sehingga kita tidak mau paksa diri untuk buat upacara bendera. Kami takut resiko yang bakal terjadi,” katanya.

Menurut dia, untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian khusus pada sekolah ini dengan memberikan bantuan materil agar dapat memadatkan wilayah yang curam dengan semen sehingga murid-murid di sekolah dapat melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk upacara bendera tanpa harus kuatir akan jatuh ke tebing.

“Perlu adanya perhataian serius dari  pemerntah daerah misalnya dalam bentuk bantuan berupa alat  dan bahan untuk mengoksfol lahan tersebut yaitu pasir, semen serta batu ,sehingga secepatnya bisa dimanfaatkan untuk melancarkan semua kegiatan yang ada di sekolah termasuk upacara bendera,” katanya.

Dikatakan, selama ini semua proses pengurusan administrasi yang ada di sekolah tersebut juga sering terhambat. Ini dikarenakan di sekolah ini belum ada ruangan khusus yang bisa dijadikan kantor. 

Selama ini, terpaksa menggunakan salah satu ruang kelas untuk dijadikan kantor. Namun akibat dari semua ini, kelas 2 dan 3 terpaksa harus menggunakan 1 ruang kelas yang sama untuk proses belajar mengajar. Karena itu, dirinya berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten terhadap persoalan ini.

“SD Negeri Sanam ini memiliki 6 ruang belajar akan tetapi salah satu gedung dimanfaatkan untuk kantor sehingga ada satu gedung yang digunakan untuk 2 kelas yaitu kelas 2 dan kelas 3,” jelasnya..

Ditanya soal persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun ini, Loasana menjelaskan, jumlah siswa siswi yang akan mengikuti UN tahun ini sebanyak 8 orang dan pihaknya akan berupaya secara maksimal untuk memberikan bimbingan belajar kepada 8 siswa ini sehingga mereka semua nantinya dapat lulun ujian.

Ketua Komite SD Negeri Sanam Martinus Neolaka juga mengakui jika selama ini para siswa dan guru yang ada di sekolah ini mengalami kesulitan khususnya melaksanakan upacara bendera dan urusan administrasi . Oleh sebab itu, ia sangat mengharapkan adanya campur tangan dari pemerintah daerah sendiri untuk menuntaskan persoalan ini.

Menurut Neolaka, Komite sekolah itu telah mengadakan rapat dengan kepala sekolah, para guru  serta orang tua murid untuk membahas persoalan yang terjadi ini. 

Hasil rapat tersebut disepakati adanya kegiatan swadaya terkait dengan pengadaan bahan untuk meratakan lahan yang ada. Sayangnya hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari hasil rapat tersebut. Karena itu, dirinya berharap Pemda setempat dapat memperhatikan kondisi sekolah itu sehingga persoalan yang ada dapat dicarikan solusinya. (Epo)

GMNI Ancam Duduki DPRD TTU

Kefamenanu, KabarkotakupanG.com - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Kefamenanu, Bernadus Budi Bani,  mengecam para anggota DPRD TTU yang hingga saat ini belum melakukan sidang paripurna penetapan APBD TTU tahun 2014.

Menurut Budi Bany, hal ini menunjukan bahwa ketidak konsistenan DPRD sebagai wakil rakyat TTU yang lebih di kedepankan ego sempit daripada kesejahteraan masyarakat.

Dalam siaran persnya yang diterima Radio Madika Rabu (27/02), Rudy Bany menegaskan kepada seluruh anggota DPRD TTU agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat TTU daripada mempertahankan ego kepentingan kelompok atau pribadi.

Ia menilai, atas penundaan sidang paripurna penetapan APBD TTU tahun 2014 telah menghambat proses pembangunan di kabupaten TTU dan mengorbankan kepentingan masyarakat.

GMNI kefamenanu memberikan deadline waktu 1 x 24 jam kepada DPRD TTU agar segera melakukan sidang penetapan APBD tahun 2014 sebab jika tidak, pihaknya akan menggelar demo besar-besaran serta menduduki kantor DPRD, Kata Rudy. (Ito)

Masalah Bencana Perlu Peran Dunia Usaha

Kupang, KabarkotakupanG.com - Penanganan bencana alama bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga perlu peranan dunia usaha atau pihak swasta yang turut merasakan dampak dari bencana alam. 

Hal ini dikatakan sekretaris Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Ir. Michael Riwu Kaho, dalam acara penguatan forum pengurangan risiko bencana daerah Nusa Tenggara Timur pagi tadi.

Menurut Michael, jika bencana alam terjadi, maka akan mengganggu suplay usaha, dan dilihat dari angka kerugian terbesar secara perorangan, pihak swasta merupakan pihak yang sangat dirugikan. Sehingga Peran serta dunia usaha dan organisasi nirlaba sebagai bagian dari multi pihak dalam mengatasi terjadinya bencana alam sangat dibutuhkan.

Ia juga menegaskan, masalah bencana alam bukan hanya soal tinjauan lingkungan hidup tetapi perlu pula ditinjau dari dari aspek sosial budaya, misalnya kebiasaan masyarakat yang cenderung berpikir untuk kepentingan yang menguntungkan pada waktu yang singkat tetapi perlu pula memikirkan kerugian pada masa yang akan datang, ujarnya.

Michael berharap, agar ada keterpaduan tujuan pengelolaan terhadap risiko bencana alam antara pemerintah dan dunia usaha khususnya bagi organisasi nirlaba, sehingga memiliki pemahaman sama terhadap bencana, agar kehadiran dunia usaha bukan menambah jumlah risiko bencana. (Ven)

5913 Relawan Siap Sukseskan Pemilu di NTT

Kupang, KabarkotakupanG.com - Saat ini jumlah relawan Pemilu di NTT tercatat 5913 orang. Relawan ini tersebar di 5 Kabupaten dan mereka siap menyukseskan perhelatan Pemilu yang berlangsung di bumi Flobamora pada 9 April mendatang.

Ketua Badan Pengawas Pemilu NTT, Nelce Ringu kepada wartawan mengatakan, jalur perekrutan gerakan sejuta relawan Pemilu dari structural dan jalur sosialisasi. 

Dari jalur structural, pengurus Panwaslu dan Panwascam diminta untuk merekrut sedikitny 5 relawan. Sedangkan jalur sosialisasi dilakukan melalui Kampus, Sekolah dan organisasi kemasyarakatan.

Nelce menambahkan, hingga hari ini, pihaknya juga masih berharap agar para guru ada yang bersedia menjadi relawan Pemilu. karena, para guru dinilai tidak ikut menjadi anggota Parpol tertentu. Sehingga Ia berharap, jika ada guru yang ingin menjadi relawan maka dipersilahkan melakukan koordinasi dengan Dinas PPO setempat agar dapat diakomodir menjadi relawan Pemilu 2014.

Nelce juga menambahkan, Pokja relawan akan membentuk Posko Relawan di Perguruan Tinggi dan Kabupaten atau kota. Posko relawan tersebut, selain menerima pendftaran relawan pengawas juga menjadi posko relawan pengawas.

Ia menjelaskan, Tujuan dari kerjasama ini yakni, untuk menyelamatkan para pemilih pemula. Dimana, dalam catatan bawaslu RI ada sekitar 10 juta pemilih pemula dan 7 juta diantaranya diprediksikan bakal golput. (Epo)

NTT Dapat Bantuan Kemensos Rp.209.230.200.000,-

Kupang, KabarkotakupanG.com - Terdapat 120 pulau besar dan kecil yang masuk ke dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keragaman suku, budaya, bahasa dan kekayaan alam merupakan modal untuk kesejahteraan rakyat.

Hal ini dikatakan Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri di Puncak Acara Penutupan Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal tahun 2014 Kementerian Sosial di Kelurahan Lasiana Rabu 26 Februari kemarin.

Menurutnya, Pesona NTT tidak hanya Pulau Komodo dan keindahan Gunung Rokatenda. Namun masih banyak lagi dengan segala keunikannya yang bisa menjadi peluang usaha bagi segenap warga NTT.

Salim Segaf juga mengatakan, Mulai dari Idi Rayeuk, Kabupaen Aceh Timur hingga di Kupang, NTT masalah terbesar adalah kemiskinan, keterlantaran, ketertinggalan, dan keterpencilan.

Selain menemukan berbagai masalah sosial, juga membuktikan komitmen daerah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masih sangatlah rendah. Kemensos menjamin bahwa EKKM 2014 bisa dijadikan model pemetaan, penjangkauan terhadap permasalahan sosial di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial menyerahkan bantuan, berupa Dana Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan di Provinsi NTT Tahun 2014 senilai, Rp.28.200.236.00028.200.236.000.

 Program Keluarga Harapan (PKH) Rp.209.230.200.000, Keserasian Sosial 8 Desa Rp 872 juta, ASLUT 1.100 lanjut usia (lansia) Rp.2.640.000.000, ASODKB untuk 1.032 ODKB Rp.3.715.200.000, UEP untuk BWBLP 46 orang Rp 230 juta, bimbingan sosial dan keterampilan untuk BWBLP 46 orang Rp 46 juta, LKSA 49 anak Rp.53.900.000, serta Bedah Kamar Lansia 5 rumah Rp 50 juta.

Selain itu, dibagi juga Paket bantuan di Kota Kupang, berupa RS-RTLH 100 unit Rp 1 miliar, KUBE 20 kelompok Rp. 400 juta, Sarling 2 unit Rp 100 juta dan kebutuhan 100 Lansia Rp. 10 juta.

Sementara Di Kabupaten Timur Tengah Utara, bantuan pinjam pakai Mobil LK3 satu unit sebesar Rp 365.709.365.709.300. Di Kabupaten Ende, bantuan pinjam pakai Mobil LK3 satu unit sebesar, Rp 365.709.30365.709.300, serta di Kabupaten Rokatenda, bantuan Korban Rokatenda 200 lansia sebesar, Rp 20 juta. (Ven)

Wagub Minta, Kaban Perpustakaan NTT Untuk Berinovasi

Kupang, KabarkotakupanG.com - Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Benny A. Litelnoni, meminta Kepala Badan Perpustakaan agar, merancang berbagai program dan kegiatan yang lebih inovatif dan menarik untuk merangsang minat pemustaka guna memanfaatkan jasa layanan di Badan Perpustakaan NTT.

Menurut Litelnoni, pihaknya berencana untuk mengunjungi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi NTT. ”Saya berencana untuk mengunjungi semua SKPD yang ada di Pemerintah Provinsi NTT. Hari ini saya datang dan bertatap muka dengan para pejabat yang ada di Badan Perpustakaan NTT. Saya harap kunjungan dan tatap muka ini dapat memacu semangat kerja para pejabat dan pegawai yang ada di Badan Perpustakaan,” tegas Wagub.

Selain meminta agar Badan Perpustakaan berinovasi dengan berbagai program dan terobosan, Litelnoni juga berharap agar program-program yang tidak relevan lagi dengan kebutuhan masyarakat segera dievaluasi.

”Saya minta juga program-program yang tidak relevan dengan kebutuhan pemustaka di daerah ini segera dievaluasi. Bagi-bagi buku di desa, perlu dievaluasi apakah ada manfaat atau tidak. Sebaiknya dana-dana itu dipergunakan untuk peningkatan sumber daya manusia yang ada di Badan Perpustakaan NTT,” pintah Wagub.

Ia juga mengatakan, Saat ini eranya teknologi informasi sehingga diminta agar pelayanan kepada pemustaka harus menggunakan teknologi.

”Karena itu, saya minta pelayanan kepada pemustaka di Badan Perpustakaan NTT ini harus menggunakan teknologi. Contoh sederhana ketika kita berbelanja di mall atau hipermart, semuanya sudah dilayani dengan teknologi.”

Litelnoni juga meminta agar para pejabat yang sudah terlalu lama ada di Badan Perpustakaan NTT sebaiknya dimutasi dengan pejabat yang lain agar ada inovasi dalam merencanakan program dan kegiatan di masa mendatang. (Ven)

Jumat, 21 Februari 2014

NTT Tetapkan Kuota Pengiriman Sapi Antar Pulau

Kupang, KabarkotakupanG.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan kuota pengiriman sapi antar pulau agar tidak mengganggu produktivitas pembiakan sapi di NTT. 

Penetapan kuota tersebut, melalui keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, nomor 03, tertanggal 6 Januari 2014.

Kepala Dinas Peternakan NTT, Thobias Uly mengatakan, tahun 2013 lalu, kuota sapi yang diantarpulauakan berjumlah 53 ribu ekor dengan daerah tujuan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Timur.

Ia menambahkan, Selain kuota sapi, ditetapkan juga kuota pengantarpulauan kerbau sebanyak 6.000 ekor dan kuda 5.000 ekor. Dengan demikian kuota ketiga jenis ternak besar itu pada tahun 2014 berjumlah 64 ribu ekor.

Menurut Uly, Sebagai salah satu daerah penyanggah kebutuhan daging nasional, NTT harus bisa memenuhi kuota tersebut dengan menerapkan kebijakan di dalam daerah antara lain peningkatan populasi dan penggemukan.

Ia menyebutkan, daerah potensial pengiriman ternak di provinsi kepulauan ini masih mengandalkan empat kabupaten di Kawasan Timor Barat dan Pulau Sumba serta Rote Ndao. Sedangkan kabupaten lain hanya menjadi wilayah penyanggah.

Ia berharap, agar ke depan, NTT secara bertahap dapat mengurangi pengiriman ternak hidup, tetapi mengirim daging segar yang hieginis dan halal. (Ven)

XL Tunggak Pajak Reklame Rp.1,8 Milyar

Kupang, KabarkotakupanG.com - Wali Kota Kupang, Jonas Salean merasa gerah dengan sejumlah perusahaan yang masih menunggak pajak.

Salean mengaku, salah satu perusahaan yang masih menunggak atau belum membayar pajak adalah perusahaan seluler serta kartu XL dengan nilai Rp 1,8 miliar.

Menurut Salean, iklan atau reklame XL terpasang di seluruh Kota Kupang baik yang berukuran kecil maupun besar namun belum memenuhi kewajiban mereka untuk membayar pajak.

Sehingga, pemerintah Kota Kupang akan bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kupang untuk menagih pajak reklame XL yang bernilai milyaran rupiah tersebut.

Salean mengatakan, akan memberikan kesempatan kepada XL dan wajib pajak lainnya yang masih menunggak untuk segera membayar pajak reklame itu dengan mencicilnya, sebab jika tidak pihaknya bersama Kejari Kupang akan melakukan penagihan. (Ven)

Tindakan Bawaslu NTT Dinilai Buru-Buru

Kupang, KabarkotakupanG.com - Menanggapi laporan Bawaslu Provinsi NTT di GAKUMDU POLDA NTT, Anita Jakoba Gah dalam jumpa persnya siang kemarin (21/02) mengatakan, apa yang dilakukan Bawaslu NTT terkesan buru-buru dan kurang cerdas.

Sehingga Ia meminta agar Bawaslu NTT menunjukan bukti surat maupun SMS (Short Massagers Service) konfirmasi yang pernah dikirim untuk dirinya sebab hingga saat ini dirinya belum pernah menerima surat  maupun SMS yang dimaksud.

"Tolong Panwaslu NTT menunjukan bukti bahwa telah mengirimkan surat kepada siapa, dengan cara apa dan melalui siapa? karena hingga saat ini saya belum pernah menrima surat maupun SMS yang dimaksud." Kata Anita.

Menurut Anita, kasus pelanggaran Pemilu yang dapat dilaporkan Panwaslu NTT kepada GAKUMDU merupakan kasus yang mengandung aspek pidana. Menurut Anita Iklan dirinya di beberapa surat kabar harian di Kupang bukan bersifat kampanye namun bersifat sosialisasi program pemerintah sehingga belum bisa dikatakan sebagai pelanggaran Pemilu.

"Menurut hemat saya, Panwaslu terburu-buru melaporkan saya kepada GAKUMDU, karena sepengetahuan saya, kasus pelanggaran Pemilu yang dapat dilaporkan adalah yang mengandung aspek pidana. jika ini berkaitan dengan iklan saya yang ada di media koran, tolong Panwaslu NTT tunjukan pelanggaran yang bernuansa pidana yang telah saya lakukan."

Anita menegaskan, jika Panwaslu NTT tidak menunjukan bukti surat maupun SMS yang pernah dikirim, maka pihaknya akan melakukan somasi dengan melapor balik Panwaslu ke Polda NTT karena sudah mencemarkan nama baiknya.

"Saya akan meminta Panwaslu NTT untuk menunjukan bukti pelanggaran pemilu yang terpampang di iklan tersebut serta menunjukan surat atau sms konfirmasi yang dikirim kesaya. jika tidak saya akan lakukan somasi atau melapor balik ke Polda NTT karena sudah mencemarkan nama baik saya." Katanya.

Diberitakan sebelumnya, Anita Yakoba Gah, Anggota DPR RI yang saat ini maju sebagai Calon anggota DPR RI asal Partai Demokrat dilaporkan ke polisi oleh Badan pengawas Pemilu Nusa Tenggara Timur, Selasa 18 Februari 2014 malam.

Anita dilaporkan ke Polisi karena dinilai telah melakukan tindak pidana pemilu yakni melakukan kampanye media sebelum waktu yang ditetapkan. (Ven)

Kamis, 20 Februari 2014

Inflasi NTT Turun 0,42 Persen

Kupang, KabarkotakupanG.com - Bank Indonesia perwakilan NTT kembali mengeluarkan hasil analisis yang dilakukan berkaitan dengan perkembangan inflasi di provinsi NTT periode Januari 2014.

Hasil analisis Bank Indonesia perwakilan NTT tersebut mengacu pada berita resmi Badan Pusat Statistik NTT bahwa, inflasi bulan januari 2014 berada dibawah inflasi nasional yakni 0,42 persen atau lebih rendah dengan inflasi bulanan tahun 2013 maupun inflasi nasional januari 2014.

Kepala Bank Indonesia perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga dalam siaran persnya mengatakan, tekanan inflasi NTT terjadi pada komoditas ikan tongkol dan kentang dengan andil masing-masing sebesar 0,11 persen dari 0,09 persen. Sedangkan komoditas lainnya relaitf stabil.

Hasil pemantauan lapangan oleh Tim Pemantau Inflasi Daerah atau TPID provinsi NTT di beberapa lokasi distributor, sembilan bahan pokok dikota kupang ternyata cukup tersedia dan pendistribusian barang juga dinilai lancar.

Menurut Tigor Sinaga, turunya inflasi periode januari 2014 diakibatkan karena adanya himbauan gubernur NTT kepada beberapa pimpinan maskapai baru sehingga berdampak langsung terhadap penurunan tarif angkutan udara. (Ven)

Melakukan Tindak Pidana Pemilu, Anitah Gah Dilaporkan Ke Polda NTT

Kupang, KabarkotakupanG.com - Anita Yakoba Gah, Anggota DPR RI yang saat ini maju sebagai Calon anggota DPR RI asal Partai Demokrat dilaporkan ke polisi oleh Badan pengawas Pemilu Nusa Tenggara Timur, Selasa 18 Februari 2014 malam. 

Anita dilaporkan ke Polisi karena dinilai telah melakukan tindak pidana pemilu yakni melakukan kampanye media sebelum waktu yang ditetapkan.

Ketua Bawaslu NTT, Nelce Ringu kepada wartawan kemarin sore megatakan, pihaknya sudah meneruskan laporan ke polisi terhadap Caleg DPR RI atas nama Anita Jakoba Gah karena melakukan kampanye media atau memasang Iklan mendahuli jadwal.

Menurut Nelce, setelah melakukan kajian dan upaya klarifikasi dari caleg DPR daerah pemilihan NTT 2 itu, maka Bawaslu bersama Gakumdu menemukan adanya unsur tindak pidana dalam hal kampenye media sehingga diteruskan ke polisi.

Nelce mengaku, telah mengundang Anita Gah untuk memberikan klarifikasi terkait pelanggaran kampanye yang dilakukannya, namun dua kali undangan yang diberikan tidak diindahkan.

Ia juga mengatakan, Kampanye media yang dilakukan caleg DPR RI ini, dilakukan di sejumlah media lokal di NTT. Selain Anita Gah, Bawaslu NTT juga sedang mengkaji sejumlah caleg DPR RI yang melakukan kampanye diluar jadwal dan jika memenuhi unsur pidana, maka akan diteruskan ke polisi. (Joey)

Tahun 2013, Terjadi 26 Kasus Traffiking Terhadap Anak

Kupang, KabarkotakupanG.com - Dalam rangka menekan perdagangan manusia atau human traffiking, khususnya untuk anak usia sekolah maka Lembaga swadaya masyarakat Rumah Perempuan Kupang menggandeng Pemerintah Kota Kupang, dan kepolisian untuk melakukan pembinaan terhadap pelajar melalui  sosialisasi ditingkat sekolah .

Koordinator Umum Rumah Perempuan Kupang, Libby Sinlaeloe kepada Radio Madika mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Rumah Perempuan Kupang dengan menggandeng Pemkot dan Kepolisian sebagai upaya untuk menekan masalah trafficking bagi anak dibawah umur yang selama ini dipekerjakan sebagai bagi TKI di Malaysia.

Libby menjelaskan, sesuai data tahun 2013 terdapat 26 kasus trafficking yang terjadi pada anak dibawah umur yang didampingi oleh Rumah Perempuan Kupang. sehingga dalam rangka menekan dan mengantisipasi persoalan traffiking maka dilakukan di sekolah-sekolah karena anak usia remaja rentan dengan bujuk rayu untuk menjadi TKI.

Libby menambahkan, Dalam mensosialisasikan hal tersebut, pihaknya selalu memberikan penjelasan tentang trafficking dan hak-hak anak. Dengan pemahaman yang baik tentang traffiking dan hak-hak anak maka diharapkan para remaja tidak lagi tergiur ketika ada rayuan untuk bekerja di luar negeri dengan iming-iming upah yang besar. (Rif)

Cuaca Ekstrim Masih Landa NTT

Kupang, KabarkotakupanG.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih melanda wilayah Nusa Tenggara Timur karena adanya tekanan rendah di selatan khatulistiwa.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II El Tari Kupang lewat staf prakirawan Sti Nenotek kepada Radio Madika pagi tadi mengatakan, Kondisi cuaca seperti ini, diprediksikan, masih terus berlanjut hingga bulan Maret 2014 mendatang, sehingga perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap tinggi gelombang, banjir serta tanah longsor.

Ia menambahkan, dalam peringatan dini BMKG untuk dua hari ke depan yakni tanggal 19 hingga 20 besok, keadaan cuaca wilayah NTT pada umumnya akan terjadi hujan ringan hingga sedang, dan terjadi angin dari arah barat ke barat laut dengan kecepatan berkisar antara 15 hingga 30 Km/jam.

Ia meminta agar, warga atau lembaga terkait lainnya untuk selalu mengikuti layanan informasi cuaca melalui laman BMKG yang saat ini sudah bisa diakses sampai tingkat kabupaten. (Ven)

Kota Kupang Jadi Tuan Rumah Perayaan Yubelium 60 Tahun LAI

Kupang, KabarkotakupanG.com - Lembaga Alkitab Indonesia atau LAI menetapkan Kupang sebagai tuan rumah perayaan Yubileum 60 tahun pelayanan di Indonesia.

Sekretaris Umum LAI, Duta Pranowo dalam Jumpa persnya mengatakan, perayaan ibadah syukur dan peringatan Hari Ulang Tahun Lembaga Alkitab Indonesia kali ini agak istimewa, sebab bertepatan dengan diperingati 3 hal penting bagi penerbitan Alkitab di Indonesia.

Ketiga hal penting ini kata Pranowo yakni, 385 tahun penerbitan Alkitab Bahasa Melayu pada 1629, yang diterjemahkan Albert C.Ruyl yang adalah seorang saudagar muda Kompeni (VOC). Yang kedua, 200 tahun (Bicentennial) pekerjaan Lembaga Alkitab di Indonesia, sejak Letnan Jenderal Raffles mendirikan Java Auxiliary Bible pada 4 Juni 1814 di Batavia. serta, 40 tahun Alkitab Terjemahan Baru  yang terbit pada 1974.

Peringatan syukur yubileum ini juga diisi dengan kegiatan yang berfokus pada upaya reflektif menggali peran LAI sebagai lembaga pelayanan khusus yang melekat erat dengan gereja.

Untuk mencapai tujuan itu, Duta Pranowo mengungkapkan, LAI akan mengadakan kegiatan, antara lain, 9 Februari 2014 lalu keluarga besar LAI bersama dengan Gereja-gereja dan umat kristiani, mengadakan Ibadah Syukur HUT 60 LAI di GPIB Tugu, di Jakarta Utara.

Selain itu, ibadah syukur juga akan dipusatkan di Kupang pada hari Jumat tanggal 21 februari ini, yang akan dihadiri oleh Gubernur NTT dan Walikota Kupang. (Ven)

Raskin Kabupaten Kupang Mulai Disalurkan

Oelamasi, KabarkotakupanG.com - Beras bagi warga miskin di Kabupaten Kupang mulai didistribusikan kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat atau RTS-PM.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Hendrik Paut, mengatakan, pemberian beras untuk warga miskin di Kabupaten Kupang harus tepat sasaran dan dalam pendistribusiannya harus benar-benar diterima oleh mereka yang namanya sudah ditetapkan agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

Ia menjelaskan, penentuan jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat ini melalui mekanisme yang telah ditetapkan dari Pusat berdasarkan data PPLS, dimana Januari 2013 lalu jumlah KK miskin penerima raskin di Kabupaten Kupang tercatat sebanyak 29.098 RTS-PM. Data ini masih tetap digunakan pada tahun 2014 ini untuk pemberian raskin.

Ia menambahkan, melalui pencanangan program Tanam Paksa, Paksa Tanam, diharapkan masyarakat termotivasi agar berupaya melepaskan diri dari kemiskinan dengan menanam tanaman produktif yang hasilnya selain dapat di konsumsi sendiri, dapat juga dijual untuk peningkatan taraf hidup.

Hendrik mengaku, Kendala dan hambatan yang selama ini menganjal dalam kelancaran pendistribusian raskin,yakni disebabkan oleh akses menuju wilayah-wilayah yang jauh seperti Amfoang sangat sulit dicapai saat musim penghujan seperti sekarang ini.

Sehingga Ia mengharapkan perhatian dan dan dikungan dari Kadivreg Bulog NTT dan jajarannya agar penyaluran raskin dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai jadwalnya. (Epo)

Rabu, 19 Februari 2014

LISPRO NTT Dukung Frans Lebu Raya Jadi Calon Presiden Alternatif

Kupang, KabarkotakupanG.com - Menyikapai Pernyataan senior Golkar Siswono di Jakarta maupun, Focus Group Discusion atau FGD di Manado, yang memunculkan salah satu nama yaitu Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebagai salah satu calon persiden alternatif dari indonesia timur, Lingkar Study Progresif atau LISPRO NTT dalam jumpa persnya siang tadi, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi tersebut. 

Koordinator LISPRO NTT, Ryan Lodwick Dea mengatakan, pihaknya memandang bahwa gubernur NTT Frans Lebu Raya merupakan salah satu pemimpin yang berideologi. Dimana Frans Lebu Raya dibentuk sebagai aktivis nasionalis dengan program-programnya yang pro terhadap rakyat, sehingga Frans Lebu Raya patut untuk diperhitungkan dipentas politik nasional. 

"Kami memandang bahwa Gubernur NTT Frans Lebu Raya adalah salah satu pemimpin yang beridiologi dimana, beliau dibentuk sebagai aktivis nasionalis, diasah dalam panggung politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan juga turut memelopori berdirinya PDI NTT."

Ia juga menambahkan, kepemimpinan politik gubernur NTT Frans Lebu Raya diakui karena, memperoleh tempat dihati rakyat serta memperoleh kepercayaan rakyat dan ini sebagai modal dasar ditingkat nasional. 

"Dalam realitas politik, Gubernur NTT Frans Lebu Raya adalah sosok yang terpilih secara demokratis oleh rakyat secara langsung dan memegang jabatan sebagai gubernur untuk dua periode." Katanya. 

Hal ini juga sebagai sebuah introspeksi bagi rakyat NTT agar, menghilangkan rasa rendah diri selama ini dan menjadi sebuah kebanggaan bahwa NTT memiliki figur pemimpin yang harus diperhitungkan ditingkat nasional. 

"Karakter politik nasionalis dan marhaenis ini ditunjukan olehnya dalam sebuah program pembagunan pro rakyat yaitu "Anggur Merah". 

Dari total 3.245 kelurahan atau desa di NTT, 1480 kelurahan atau desa telah memperoleh dana yang dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi produktif dan mandiri kelompok-kelompok atau unit-unti usaha." Ungkap Ryan. 

Dengan pandangan ini, Ia berharap agar Gubernur NTT Frans Lebu Raya mau menyikapi aspirasi yang saat ini berkembang ditengah masyarakat. 

"dalam pandangan kami, Frans Lebu Raya, perlu menyikapi aspirasi yang berkembang saat ini. pengabdian yang telah ditunjukan dalam kepemimpinan politik bagi rakyat NTT." Harapnya. (Ven)

Selasa, 18 Februari 2014

Pemkab Kupang Inginkan Penyelidikan Mendalam Atas Pencemaran Laut Timor

Oelamasi, KabarkotakupanG.com - Pemerintah Kabupaten Kupang meminta Pemerintah Australia untuk melakukan penyelidikan secara mendalam atas laut Timor pasca meledaknya kilang minyak Montara di Zona Ekonomi Eksklusif Australia 21 Agustus 2009 silam.

Permintaan ini disampaikan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki usai bertemu Senator Parliement House of Canbera, Rachel Siewart dan Ketua Tim Advokasi Yayasan Peduli Timor Barat, Greg Phelp, dirumah jabatan Senin 17 kemarin.

Menurut Titu Eki, penyelidikan mendalam atas laut Timor diperlukan agar masyarakat NTT dapat mengetahui secara pasti makanan laut yang dikonsumsi pasca laut Timor diberitakan tercemar itu mengandung zat berbahaya bagi tubuh atau tidak.

Ia menambahkan, kompensasi dari Montana memang dibutuhkan masyarakat tapi kompensasi tersebut harus diberikan langsung kepada nelayan dan petani rumput laut yang menjadi korban pencemaran minyak Montana.

Titu Eki berharap agar, hasil penyelidikan menyebutkan ada zat-zat berbahaya harus disampaikan kepada khalayak ramai sebab jika tidak, maka generasi manusia di NTT akan terus mengkonsumsi ikan atau makanan lainnya dari laut yang sudah tercemar tersebut.

Saat menjamu kedua tamu dari Australia tersebut, Titu Eki mengungkapkan, kalau Rachel Siewart dan Greg Phelp tidak menyentuh ikan bakar yang dihidangkan di rumah jabatan Bupati Kupang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua tamu Negara itu bersikap hati-hati sekali jika ingin mengkonsumsi makanan laut yang berasal dari laut Timor. Karena itu, dirinya sangat mengharapkan adanya suatu penyelidikan ilmiah atas laut Timor pasca meledaknya kilang minyak Montana . (Epo

Pekan Ini, Pemkab Kupang Akan Tertibkan Pasar Oesao

Oelamasi, KabarkotakupanG.com - Kadis Perhubungan Kabupaten Kupang, Thom Sonbait mengatakan, pihaknya berencana akan melakukan penertiban di Pasar Oesao pekan ini. Sebab kondisinya saat ini amat sembrawut sehingga sering menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

Dikatakannya, hingga saat ini masih banyak pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir badan jalan sehingga kondisi tersebut amat menganggu arus lalu lintas yang ada didepan pasar tersebut. Padahal Pemerintah telah menyiapkan lapak didalam Pasar bagi para pedagang tersebut.

Sonbai mengungkapkan, penertiban yang akan dilakukan nanti bukan untuk membuat resah para pedagang tetapi murni bertujuan agar Pasar terbesar di wilayah Kabupaten Kupang tersebut dapat tertata dengan baik dan rapih. (Epo)

Senin, 17 Februari 2014

Frans Leburaya Disebut-Sebut Sebagai Capres Alternatif

Kupang, KabarkotakupanG.com -  Nama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Leburaya di sebut-sebut sebagai capres alternatif. 

Frans Leburaya di pandang memiliki kapasitas yang cukup ideal sebagai Capres yang mewakili kawasan indonesia timur.

Seperti diberitakan  http://manado.tribunnews.com, dalam   Focus Group Discussion (FGD) bertema ''Mencari Figur Pemimpin dari Indonesia Timur'' yang digelar Indopolling Network di Hotel Yuta Manado, Sabtu (15//20142),  nama Frans Leburaya merupakan salah satu capres alternatif di samping tokoh-tokoh lainnya dari kawasan Indonesia Timur.

Dalam diskusi ini peserta FGD sepakat pemimpin Indonesia kedepan berusia 50-an tahun, merupakan seorang visioner, mempunyai komitmen kerakyatan dan memiliki pengalaman memimpin daerah seperti gubernur, wali kota atau bupati, mempunyai komitmen untuk membangun kawasan timur Indonesia.

Menariknya dalam diskusi ini beberapa nama dari Indonesia Barat seperti Jokowi, Ridwan Kamil dan Tri  Rismaharini tetap diusulkan peserta sebagai calon pemimpin Indonesia kedepan.

Sedangkan beberapa nama yang dianggap representasi Indonesia Timur dan layak memimpin Indonesia antara lain, `Gita Wirjawan (Mantan Menperindag), Frans Lebu Raya (Gubernur NTT), Marhanny Pua (Anggota DPD RI utusan Sulut), Benny Mamoto (Mantan Deputi BNN), Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan), GSV Lumentut (Ketua APEKSI dan Wali Kota Manado), Agustin Teras Narang (Gubernur Kalimantan Selatan), Isran Noor (Bupati Kutai Timur), Sandiago Uno dan lainnya.

Pada sesi terakhir peserta mencoba menyandingkan calon presiden dan calon wakil presiden dengan satu di antaranya merupakan representasi pemimpin dari wilayah timur Indonesia. Akhirnya peserta sepakat figur capres yang paling berpeluang adalah Jokowi, kemudian peserta mencoba menyandingkan Jokowi (Capres) dengan Teras Narang (Cawapres), Jokowi (Capres)- Yasin Limpo (Cawapres), Jokowi (Capres)-Gita Wirjawan (Cawapres) dan Jokowi (Capres)-Isran Noor (Cawapres).

Senada dengan itu, salah satu tokoh muda Belu-Malaka di Kupang, Fredrikus R Bau, SE, Kepada WartakotakupanG.com, mengatakan   sebenarnya Frans Leburaya  itu lebih hebat dari  Gubernur DKI,  jokowi.

“karena apa? Luas wilayah NTT lebih dari jakarta yangg hanya satu daratan serta  APBD DKI jauh lebih banyak dari NTT. Dari semua keterbatasan  itu, ternyata  Frans Leburaya masih mampu pimpin NTT selama 15 tahun (5 tahun wagub, 10 tahun  sebagai gubernur- red)” ujar Fredrikus yang adalah Mantan Ketua Umum Fosmab, Sekretaris Umum Immala dan aktifis PMKRI Kupang. (Eja)

Sumber : http://manado.tribunnews.com